Harga mata uang digital Bitcoin semakin menggila dengan
menyentuh level US$17.900 di tahun 2017 lalu. Bitcoin terus meroket kendati
peringatan dari sejumlah kalangan untuk menghindari instrumen ini semakin cepat.
Reuters menyebutkan, Sabtu (16/12/2017), harga Bitcoin di
Bursa Bitsampp bursa jual beli Bitcoin berbasis di Luxemburg naik 9% pada
Jumat (15/12/2017). Selama Desember 2017 saja, harga Bitcoin sudah mendaki
hampir 80%. Bahkan, sejak awal 2017, harga Bitcoin telah meroket hingga 1.700%.
Pergerakan harga Bitcoin yang makin liar menimbulkan
kekhawatiran terjadinya bubble. Di seluruh dunia, kapitalisasi pasar Bitcoin
mencapai US$300 miliar atau sekitar Rp4.074,83 triliun.
Meskipun harga Bitcoin terus meroket, pengamat menyebut perdangan
Bitcoin mulai lebih tenang sejak peluncuran instumen berjangka Bitcoin
(futures) oleh Cboe Global Markets pada pekan lalu.
Charles Hayter, pendiri
situs industri Cryptocompare futures bisa mengalihkan dana-dana institusi ke
ranah digital sehingga dengan sendirinya akan ada permintaan untuk ratifikasi
teknologi dan prinsip lainnya.
Di sisi lain, kekhawatiran akan resiko Bitcoin terus
bertambah. Sebuah studi dari Anglia Ruskin University, Trinity College Dublin
and Dublin City University menyebut Bitcoin berpotensi mengancam stabilitas
keuangan dan pasar uang tradisional.
Laporan itu juga menyatakan, walaupun tidak diatur oleh
pemerintah, resiko Bitcoin bisa menjalar ke pasar uang karena keterhubungan
pasar uang digital dengan aset-aset keuangan.
Namun, kekhawatiran tersebut ditepis karena kapitalisasi
pasar Bitcoin hanya sekitar US$300 miliar dan dinilai tidak akan cukup
berdampak terhadap stabilitas keuangan. Kepala Otoritas Keuangan Inggris,
Andrew Bailey seperti dikutip dari laporan BBC mengatakan, pembeli Bitcoin
harus siap kehilangan seluruh uang mereka.
Dan ternyata benar yang diungkap oleh Kepala Otoritas
Keuangan Inggris, Andrew Bailey dimana tepat tahun 2018 seluruh mata uang
digital termasuk bitcoin mengalami penurunan harga secara drastis.
Tetapi walaupun harga mata uang digital ditahun 2018 ini
turun drastis, penjahat dunia maya
khususnya terkait bitcoin atau mata uang digital lainnya tetap melancarkan
aksi, mereka melakukan penambang secara diam-diam melalui android atau phone
mobile milik orang lain seperti yang dilakukan coinhive atau penambang criptocurrency (Bitcoin) yang paling jahat sedunia.
Hal itu pernah dikatakan oleh Chief Technology Officer (CTO) yang menyatakan tentang penambangan ilegal tersebut, berikut kutipan pernyataan Chief Technology Officer (CTO) terkait profil penambang bitcoin atau criptocurrency terjahat (Coinhive) yang diyakini dapat merusak android atau mobile phone di seluruh dunia:
Hal itu pernah dikatakan oleh Chief Technology Officer (CTO) yang menyatakan tentang penambangan ilegal tersebut, berikut kutipan pernyataan Chief Technology Officer (CTO) terkait profil penambang bitcoin atau criptocurrency terjahat (Coinhive) yang diyakini dapat merusak android atau mobile phone di seluruh dunia:
"Salah satu ciri perangkat terkena malware yakni operasi
perangkat menjadi lambat dan kipas komputer berputar kencang. "Jika sebuah
perangkat lunak berjalan tanpa izin, maka tergolong parasit," kata Chief
Technology Officer (CTO) Shopos Joe levy.
Dalam malware tidak ada kategori 'parasiteware'. Malware sudah termasuk
dalam jenis software parasit pada perangkat.
Ia (Levy) menerangkan, penambangan crypto memang mulai
dimanfaatkan oleh pihak jahat untuk menggali bitcoin, monero, dan mata uang
digital lainnya. Hal tersebut kian marak sejak nilai atau harga mata uang
digital mulai meroket, yakni mencapai 17 ribu dollar AS per keping di akhir
tahun lalu.
Padahal, di awal 2017, satu keping bitcoin setara dengan seribu
dollar AS. Para pencuri di dunia maya melihat kesempatan tersebut dan
memanfaatkannya untuk keuntungan finansial.
Salah satu contoh penambang jahat tersebut, yakni Coinhive.
Penambang Coinhive merupakan sebuah penambang mata uang monero yang muncul di
pertengahan September 2017 lalu.
Jumlah situs yang secara diam ditunggangi
Coinhive terus meningkat seiring dengan kenaikan nilai mata uang digital.
Sifatnya mirip parasit sehingga Sophos menandai Coinhive dan penambang crypto
lainnya berbasis JavaScript sebagai malware.
Bukan hanya itu, Coinhive bahkan bisa berjalan di atas perangkat mobile, seperti ponsel pintar sehingga meningkatkan temperatur gawai secara tiba-tiba. Uniknya, Coinhive memasarkan dirinya sebagai 'sumber pendapatan alternatif untuk periklanan'.
Situs pembajak yang terkenal bernama The Pirate Bay merupakan salah satu laman pengguna Coinhive dan secara langsung menyatakan pada pengguna bahwa peramban sudah digunakan untuk menambang mata uang digital".
Demikianlah sedikit informasi ini, semoga kita selalu waspada akan bahaya yang selalu mengancam selama berselancar di dunia maya. Selamat bekerja, dan semoga sukses...


0 komentar:
Posting Komentar