Kalangan penghisap mungkin sudah tahu apa itu gulungan kertas yang di dalamnya berisi tembakau dan campuran cengkeh. Para kalangan penghisap telah memahami bahwa gulungan kertas berisi tembakau yang campurannya cengkeh, dihisap setelah ujungnya dibakar. Dari hasil pembakaran gulungan kertas itulah menghasilkan asap untuk diambil kenikmatannya, dan itulah yang dinamakan rokok.
Tetapi sebagian kalangan penghisap (Perokok) diyakini tidak mengetahui kandungan racun didalam gulungan tersebut (Rokok). Namun berbeda bagi yang sudah mengetahuinya, disitu para ahli hisap menyebutkan bahwa rokok adalah salah satu pencipta bahan kimia berbahaya. Dimana hanya dengan membakar dan menghisap sebatang rokok, mampu memproduksi lebih dari ribuan jenis bahan kimia.
Ribuan jenis bahan kimia ini sebagian besar diantaranya beracun, lalu sisanya menyatu dalam organ tubuh penghisap, kemudian bisa berakibat pada penyakit kanker. Kendati demikian, meskipun sudah mengetahui bahaya yang terkandung didalam rokok, para perokok tetap menikmatinya.
Rokok sebetulnya termasuk juga dalam zat adiktif, sebab rokok dapat menyebabkan ketagihan dan ketergantungan bagi penghisapnya. Rokok dikategorikan dalam golongan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Selanjutnya para penikmat rokok dapat dibagi menjadi 2 golongan, diantaranya yaitu:
1. Golongan Penghisap Pasif.
Perokok Pasif merupakan seorang atau kelompok yang menghirup asap rokok orang lain. Telah terbukti bahwa perokok pasif mengalami resiko gangguan kesehatan yang sama seperti perokok aktif, yaitu orang yang menghirup asap rokoknya sendiri. Tanda - tanda awal yang dapat muncul pada perokok pasif yakni Mata Pedih,Hidung beringus, dan Pusing Kepala.
Jika perokok pasif terus-menerus menikmati kebiasaanya, kemungkinan resiko gangguan kesehatan akan tinggi, yakni seperti gangguan kesehatan pada Paru-Paru, Jantung, Batuk akut dan kronis, Emfisema, Flu, sekaligus berbagai macam penyakit pada organ tubuh.
2. Golongan Penghisap aktif.
Perokok Aktif merupakan seseorang yang dengan cara sengaja menghisap secara langsung gulungan berisi tembakau dan cengkeh. Tujuan perokok pada dasarnya yakni untuk menghangatkan badan dari tekanan suhu yang dingin. Tetapi seiring perjalanan waktu, pemanfaatan rokok disalah artikan, dan sekarang rokok dianggap sebagai suatu sarana untuk pembuktian jati diri bahwa perokok adalah seorang yang Gagah dan Berwibawa.
Seorang pecandu rokok memiliki ciri khas yang dapat dilihat lewat Gigi berwarna ke kuning - kuningan, dimana penyebab gigi kuning tersebut akibat dampak yang ditimbulkan oleh nikotin. Selain itu, menyebabkan Kuku Kotor, karena imbas nikotin. Kemudian mata terasa pedih, sering mengalami batuk dalam jangka panjang, dan mulut atau nafas berbau rokok.
Mengapa rokok berbahaya bagi kesehatan...?.
Bahaya rokok untuk kesehatan lantaran mengandung bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Karena setiap batang rokok mengandung lebih dari ribuan jenis bahan kimia berbahaya bagi tubuh. Sebagian bahan campuran pembuatan rokok diantaranya dapat berefek racun, lalu diantaranya mampu mengakibatkan penyakit kanker, utamanya disebabkan Nikotin.
Apa yang dimaksud dengan Nikotin...?.
Nikotin merupakan zat yang menyebabkan ketagihan dengan toleransi tinggi, semakin lama dikonsumsi semakin bertambah ketagihan. Gejala ketagihan juga terjadi pada seseorang yang mulai berhenti merokok.
Awalnya nikotin dapat merangsang kerja otak, sehingga si perokok menjadi cerdas. Namun, apabila hal ini terjadi secara terus-menerus, maka justru akan melemahkan kecerdasan otak itu sendiri, hal ini diakibatkan oleh nikotin yang memacu produksi hormon adrenalin.
Dan produksi hormon adrenalin yang terpacu, akan menyebabkan denyut jantung lebih cepat dan jantung bekerja lebih kuat. Jantung akan memerlukan lebih banyak oksigen dari biasanya. Tentunya resiko terjadinya serangan jantung koroner akan lebih tinggi.
Selanjutnya, Karbon Monoksida. Mengapa harus Karbon Monoksida...?.
Karbon Monoksida merupakan gas berbahaya, seharusnya gas ini hanya ada dalam pembuangan asap kendaraan. Tetapi dengan adanya sumbangan dari para perokok, gas yang juga dapat berikatan kuat dengan haemoglobin darah tersebut, menjadi lebih banyak di udara dan terhisap masuk kedalam tubuh manusia.
Adanya karbon monoksida yang berikatan dengan haemoglobin darah, otomatis jantung seorang perokok yang memerlukan lebih banyak oksigen, mendapat oksigen lebih sedikit. Pastinya hal itu akan menyebabkan bertambahnya resiko penyakit jantung dan paru-paru, serta penyakit saluran nafas.
Selain sesak nafas, batuk terus-menerus, stamina serta daya tahan tubuh si perokok juga berangsur-angsur menurun. Akibat terganggunya sistem peredaran darah normal, dan dengan adanya gas karbon monoksida pada darah, akan mengakibatkan rusaknya pembuluh darah sebagai distributor aliran darah. Oleh karenanya hal ini meningkatkan lagi resiko terkena serangan jantung hingga mati seketika.
Mengapa Harus Tar...?.
Tar banyak digunakan untuk mengaspal jalan raya. Jika terdapat pada tubuh melalui hisapan rokok, maka secara berangsur-angsur dan pasti, akan menyebabkan kanker. Contohnya B-naphthylamine, nikel, benzoa pyrene, dan nitrosamine,
Mengapa Harus Dikloro Difenil Trikloroetana...?.
Dikloro Difenil Trikloroetana merupakan racun serangga, yang biasanya digunakan untuk membunuh nyamuk, dan serangga lainnya. Zat ini berbahaya, zat tersebut terdapat didalam rokok.
Mengapa Harus Formaldehid...?
Formaldehid atau lebih sering kita kenal sebagai zat formalin, digunakan untuk mengawetkan mayat. Tentunya zat dimaksud berada didalam rokok.
Mengapa Harus Aseton...?.
Aseton ialah zat yang digunakan untuk melunturkan cat. Dapat dibayangkan dampaknya, jika zat ini berada dalam tubuh melalui rokok.
Mengapa Harus Zat Arsenik...?
Tidak jauh beda dengan Dikloro Difenil Trikloroetana, arsenik merupakan bahan kimia yang sering digunakan untuk membasmi seranga-serangga pengganggu. Biasanya kutu atau serangga sekelasnya akan mati apabila diberantas dengan zat arsenik tesebut. Pastinya Zat ini juga berada dalam rokok yang terhisap.
Mengapa Harus Zat Kadmium...?
Kadmium adalah bahan kimia yang biasanya terdapat pada accu atau aki kendaraan bermotor. Zat tersebut juga ada didalam kandungan rokok.
Mengapa Harus Zat Ammonia...?
Ammonia adalah bahan aktif yang terdapat dalam pembersih lantai. Zat Amonia juga berada didalam kandungan rokok.
Mengapa Harus Zat Polonium...?
Bahan dimaksud adalah salah satu zat radioaktif, zat itu mampu mengeluarkan radiasi aktif yang bisa menyebabkan perubahan struktur dan fungsi sel normal. Zat radioaktif juga bisa menyebabkan kanker, dan zat ini berada didalam hisapan rokok
Mengapa Harus Zat Vinil klorida...?
Zat ini biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan plastik. Zat itu juga berada dalam kandungan asap rokok, termasuk Naftalena dan Hidrogen sianida pun berada dalam kandungan gulungan rokok tersebut. Sehingga dari kandungan zat-zat yang telah disebutkan ini, bisa menimbulkan berbagai macam penyakit mematikan yang bergerak secara perlahan-lahan seiring pertambahan waktu dan umur. Berikut kerusakan organ tubuh yang disebabkan oleh rokok:
1. Kerusakan Kulit.
Merokok tidak menyebabkan melanoma (sejenis kanker kulit yang kadang-kadang menyebabkan kematian) tetapi merokok mengakibatkan meningkatnya kemungkinan kematian akibat penyakit tersebut. Ditengarai bahwa perokok berisiko menderita Custaneus Scuamus Cell Cancer sejenis kanker yang meninggalkan bercak merah pada kulit 2 kali lebih besar dibandingkan dengan non perokok.
2. Kerusakan Rambut.
Rokok memperlemah system kekebalan sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit yang menyebabkan rambut rontok, sariawan mulut.
3. Kerusakan Pendengaran.
Karena tembakau dapat menyebabkan timbulnya endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menghambat laju aliran darah ke dalam telinga bagian dalam. Perokok dapat kehilangan pendengaran lebih awal dari pada orang yang tidak merokok atau lebih mudah kehilangan pendengaran karena infeksi telinga atau suara yang keras. Resiko untuk terkena infeksi telinga bagian tengah yang dapat mengarah kepada kompliksi yang lebih jauh disebut Meningitis dan Paralysis wajah bagi perokok 3 kali lebih besar dari pada orang yang tidak merokok.
4. Kerusakan Mata.
Merokok dipercaya dapat memperburuk kondisis mata yaitu memutihnya lensa mata yang menghalangi masuknya cahaya dan menyebabkan kebutaan, 40 % lebih terjadi pada perokok. Rokok dapat menyebabkan katarak dengan 2 cara, yaitu cara mengiritasi mata dan dengan terlepasnya zat-zat kimia dalam paru yang oleh aliran darah dibawa sampai ke mata.
Merokok dapat juga dihubungkan dengan degrasi muscular yang berhubungan dengan usia tua yaitu penyakit mata yang tak tersembuhkan yang disebabkan oleh memburuknya bagian pusat retina atau disebut Mucula. Mucula berfungsi untuk memfokuskan pusat penglihatan di dalam mata dan mengontrol kemampuan membaca, mengendarai mobil, mengenal wajah dan warna dan melihat objek secara detail.
5. Kerusakan Gigi.
Rokok mempengaruhi keseimbangan kimiawi dalam mulut membentuk plak yang berlebihan, membuat gigi menjadi kuning dan terjadinya caries, perokok berisiko kehilangan gigi mereka.
6. Kerusakan Kantong Udara.
Selain kanker paru, merokok dapat menyebabkan enfisema yaitu pelebaran dan rusaknya kantong udara pada paru-paru yang menurunkan kapasitas paru untuk menghisap oksigen dan melepaskan karbondioksida.
Pada kasus yang parah digunakan Tracheotomy untuk membantu pernafasan pasien. Ibarat suatu sayatan untuk lubang ventilasi pada tenggorokan sebagai jalan masuk udara ke dalam paru-paru. Pada kasus Bronkhitis kronis terjadi penumpukan muncus sehingga mengakibatkan batuk yang terasa nyeri dan kesulitan bernafas.
7. Kerusakan Tulang.
Karbon monoksida yaitu zat kimia beracun yang banyak terdapat pada gas buangan mobil dan asap rokok lebih mudah terikat pada darah dari pada oksigen sehingga kemampuan darah untuk mengangkat oksigen turun 15% pada perokok.
Akibatnya tulang pada perokok kehilangan densitasnya menjadi lebih mudah patah atau retak dan penyembuhannya lebih lama. Perokok juga menjadi lebih rentan terhadap masalah tulang punggung. Sebuah studi menunjukkan bahwa buruh pabrik yang merokok lebih banyak mengalami nyeri punggung setelah terjadi trauma.
8. Kerusakan Paru - Paru.
Selain kanker paru dan jantung merokok dapat pula menyebabkan batuk. Dikarenakan rusaknya kantung udara pada paru yang menurunkan kapasitas paru dan oksigen untuk melepas oksigen. Bila keadaan ini belanjut akan terjadi penumpukan lendir sehingga mengakibatkan batuk yang tersa nyeri dan kesulitan bernafas.
Satu diantara tiga kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Pemakaian tembakau adalah salah satu faktor resiko terbesar untuk penyakit ini. Telah ditetapkan bahwa asap rokok mengandung lebih dari puluhan macam zat racun. Kemungkinan timbulnya kanker paru dan jantung pada perokok lebih besar daripada yang tidak ahli hisap (Perokok).
9. Kerusakan Pada Lambung.
Konsumsi tembakau menurunkan resistensi terhadap bakteri yang menyebabkan tukak lambung juga meminimalisasi kemampuan lambung untuk menetralkan asam lambung setelah makan sehingga sisa asam akan mengerogoti dinding lambung. Tukak lambung yang diderita para perokok lebih sulit dirawat dan disembuhkan.
10. Kerusakan Uterus.
Selain meningkatkan resiko kanker serviks dan uterus rokok meneyebabkan timbulnya masalah kesuburan pada wanita dan berbagai komplikasi selama masa kehamilan dan kelahiran bayi. Merokok selama masa kehamilan meningkatkan resiko kelahiran bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah dan masalah kesehatan sesudahnya. Kegagalan hamil atau abortus terjadi 2-3 kali lebih besar pada wanita perokok.
Angka yang sama berlaku juga untuk kelahiran atau kematian karena kekurangan oksigen pada janin dan plasenta yang menjadi abnormal karena tercemar oleh Karbon Monoksida dan Nikotin dalam asap rokok. Sindrom kematian bayi mendadak juga dihubungkan dengan pemakaian tembakau. Tambahan pula, rokok dapat menurunkan kadar estrogen yang menyebabkan terjadinya menopause dini.
11. Kerusakan Sperma.
Rokok dapat menyebabkan deformasi pada sperma dan kerusakan pada DNA sehingga mengakibatkan aborsi. Beberapa studi menemukan bahwa pria yang merokok meningkatkan resiko menjadi ayah dari anak yang berbakat kanker. Rokok juga memperkecil jumlah sperma dan ketidak suburan banyak terjadi pada perokok.
12. Kerusakan aliran Darah.
Terjadinya inflamasi pada pembuluh vena, arteri dan saraf terutama di kaki, berakibat terhambatnya peredaran darah. Dan jika dibiarkan tanpa perawatan akan mengarah pada matinya jaringan tubuh sehingga harus dilakukan pemotongan organ tubuh.
13. Kerusakan Jantung.
Satu diantara tiga kematian di dunia diakibatkan oleh penyakit kardiovaskuler. Pemakaian tembakau adalah salah satu faktor resiko terbesar untuk penyakit ini. Di Negara yang sedang berkembang penyakit membunuh lebih dari satu juta orang setiap tahun.
Penyakit kardiovaskuler yang menyangkut pemakaian tembakau di Negara - negara maju membunuh lebih dari ratusan ribu orang setiap tahun. Rokok menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat, menaikkkan tekanan darah dan meningkatkan resiko terjadinya hipertensi dan penyumbatan arteri yang akhirnya menyebabkan serangan jantung dan stroke. Semoga Bermanfaat..


0 komentar:
Posting Komentar