Air banyak sekali kegunaannya, apalagi air bersih. Karena tanpa air, tentunya apa yang terjadi dengan mahluk di bumi ini. Untuk diketahui, pengertian air adalah senyawa kimia yang merupakan hasil ikatan dari unsur hidrogen dan bersenyawa dengan unsur oksigen. Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting, fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain.
Penggunaan air yang paling utama dan sangat penting bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini yaitu untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia khususnya. Kehilangan air mencapai 20 % dari berat badan dapat mengakibatkan kematian yang diakibatkan oleh dehidrasi. Karenanya orang dewasa perlu meminum minimal sebanyak 8 gelas atau 1 – 2 liter setiap hari agar terjaga keseimbangan dalam tubuh.
Di dalam tubuh manusia, air diperlukan untuk transportasi zat – zat makanan dalam bentuk larutan, dan melarutkan berbagai jenis zat yang diperlukan tubuh, seperti untuk melarutkan oksigen sebelum memasuki pembuluh-pembuluh darah yang ada disekitar alveoli. Artinya air tersebut harus diminum agar dapat melakukan fungsinya, namun meminum air tidak harus sembarangan.
Selain bersih, air juga diminum tidak harus sambil berdiri, sebab jika meminum air sambil berdiri akan berbahaya bagi manusia yang meminumnya. Disadari atau tidak, minum sambil berdiri banyak dilakukan oleh orang-orang termasuk penulis, mungkin terburu-buru menjadi salah satu faktor penyebab pertama minum sambil berdiri.
Untuk lebih dipahami, minum sambil berdiri tidak dianjurkan oleh ajaran agama, karena ia akan berdampak buruk bagi kesehatan. Sebab, dalam tubuh terdapat sebuah penyaring atau filter yang disebut dengan sfringer. Adapun sfringer yaitu kumpulan serabut otot berbentuk seperti cincin yang bekerja untuk membuka, dan menutup jalur alamiah di dalam tubuh. Inilah dampak buruk minum sambil berdiri, yang mengancam kesehatan manusia:
1. Dapat Menyebabkan Peradangan Sendi, Hingga Kaku & Bengkak.
- Akibat terganggunya keseimbangan cairan dalam tubuh yang tersalurkan hingga ke bagian sendi, dan lebih berisiko terkena artritis. Gangguan yang satu ini mungkin mengejutkan sekali, karena minum sambil berdiri bisa menganggu keseimbangan cairan dalam tubuh yang disebabkan air masuk tidak tersebar merata, termasuk ke bagian sendi. Dampaknya, terjadilah penumpukan cairan di sendi - sendi tubuh dan menyebabkan peradangan pada sendi yang menyebabkan kaku dan pembengkakan di bagian sendi disertai dengan rasa sakit, sehingga mengakibatkan penderitanya sulit untuk bergerak bebas.
2. Dapat Mengganggu Saluran Kandungan Kemih.
- Proses penyaringan yang dilakukan ginjal jadi tidak optimal dan berpotensi terjadinya gangguan saluran kandung kemih.Tidak hanya pada perut dan lambung yang terkena imbasnya, kebiasaan minum sambil berdiri juga dapat menyebabkan filter penyaring pada ginjal menjadi tertutup, sehingga air yang kita minum akan langsung masuk menuju kandung kemih tanpa melalui proses penyaringan terlebih dahulu dibagian jaringan ginjal. Kondisi itu mempermudah penumpukan kotoran di bagian ureter yang bisa menyebabkan gangguan saluran kandung kemih. Dan jika dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal.
3. Dapat Merusak Sistem Pencernaan Dan Gangguan Pada Perut.
- Minum sambil berdiri menyebabkan cipratan air yang masuk dalam perut secara mendadak akan merusak sistem cerna dan gangguan perut. Ketika minum sambil berdiri, tenggorokan akan mengalami penyempitan dan berkerut. Secara otomatis air akan langsung masuk ke dalam tubuh tanpa melewati usus dan menciprat ke dinding perut. Cipratan inilah yang dapat merusak sistem pencernaan dalam jangka panjang.
- Selain itu, hal ini juga akan mempersulit makanan untuk digiling pada jaringan pencernaan. Kondisi itu yang sering membuat kita merasakan nyeri pada bagian perut, perut kembung, mual, dan rasa kurang nyaman disekitaran perut.
4. Dapat Melukai Lambung.
- Minum sambil berdiri juga menyebabkan lambung terganggu. Mulai dari naiknya asam lambung, hingga melukai dinding lambung. Lambung termasuk organ yang paling terkena dampaknya jika sering minum sambil berdiri. Tekanan air yang diminum dapat mengejutkan bagian saluran yang menuju ke lambung hingga menyebabkan Gastroesophageal Reflux Disease. Sejatinya asam dalam lambung yang seharusnya bisa diencerkan, justru akan tercampur naik sehingga memberikan sensasi panas di bagian perut sampai tenggorokan.
- Kesengsaraan lambung akibat minum sambil berdiri tak sampai disitu saja, jika sudah parah bahkan bisa mengikis dan menyebabkan luka pada lambung. Padahal, seperti kita ketahui bersama lambung termasuk bagian paling penting dalam sistem pencernaan. Untuk itu jika terjadi kerusakan pada lambung, tentunya akan berbahaya bagi sistem pencernaan yang lain.
5. Dapat Mengganggu Jaringan Syaraf Pusat.
- Keseimbangan tubuh juga akan terganggu jika minum sambil berdiri, karena ia dapat menyebabkan jaringan organ pada saraf pusat akan tertekan dan dipaksa untuk terus bekerja keras menstabilkan kondisi tubuh yang dalam keadaan tegang. Dampaknya, syaraf-syaraf tubuh dalam kondisi yang stres, bahkan memicu munculnya disfungsi syaraf. Akibat ketidaknormalan dari fungsi syaraf itulah yang akan berpengaruh pada keseimbangan, koordinasi otot, dan gerakan tubuh.
6. Dapat Mengakibatkan Serangan Jantung.
- Kebiasaan buruk ini juga berisiko bagi kesehatan jantung yang disebabkan terganggunya saraf kelana. Sadari atau tidak, saraf tubuh bisa menegang ketika kita minum dalam keadaan berdiri. Hal ini terjadi dikarenakan terdapat reaksi secara tiba-tiba dari saraf kelana yang tersebar hampir diseluruh organ usus.
- Jika berlangsung terus-menerus, maka dapat memicu serangan jantung.Tetapi sebaliknya, bila minum dalam keadaan posisi duduk maka sistem parasimpatetik akan terkondisikan lebih rileks, sehingga saraf tidak akan tegang. Dan proses penyerapan air minum maupun pencernaan bisa berjalan dengan sangat baik. Semoga Sehat Selalu...


0 komentar:
Posting Komentar